Citra Satelit Quickbird | Pemanfaatan dalam Monitoring Kebakaran dan Kecelakaan Lingkungan

Standard
Perencanaan Tanggap Darurat Kebakaran dan Kecelakaan Lingkungan. Digunakan untuk Perencanaan jalur evakuasi dan monitoring perkembangan. Objek yang diamati adalah :
  • Sungai 
  • Jalan
  • Bangunan 
  • Komposisi Tutupan Lahan
  • Kawasan Lindung 
  • Sumberdaya Air 
  • Evakuasi Area        
Rute Evakuasi
 
  Kawasan Rawan Bencana
 

 Hazardous Chemical Spills
Oil Spills
Air Polutan

Manfaat Quickbird di berbagai bidang

Standard
  • Resolusi 61 cm
  • Akurasi Paling Tinggi
  • Mudah melakukan identifikasi objek 
  • Sesuai untuk update peta
  • Dapat digunakan untuk monitoring perubahan dan perkembangan wilayah
Penetapan Batas Administrasi
 
Kegiatan Rekonstrruksi Pasca Bencana
  

Pertanahan (Rekonstruksi Kepemilikan Tanah)

Sebelum Tsunami

Sesudah Tsunami
 
 
Pertanian (Monitoring Kawasan Pertanian)
Perhitungan Jumlah pohon 
 

Resolusi Temporal

Standard
Resolusi Temporal Menunjukkan interval waktu antar pengamatan, Seperti dalam hal memonitor perkembangan badai maka dibutuhkan pengukuran setiap menit, dalam hal produksi tanaman membutuhkan pengukuran setiap musim.
Resolusi Temporal Monitoring Perubahan Guna Lahan
Monitoring Perubahan Tutupan Lahan

Resolusi Spektral

Standard
Resolusi Spektral menunjukkan lebar kisaran dari masing-masing band spektral yang diukur oleh sensor. Untuk mendeteksi kerusakan tanaman dibutuhkan sensor dengan kisaran band yang sempit pada bagian mera. 

Pendeteksian Kawasan Pertanian
Band Merah menunjukkan Chlorofil

Perbandingan Klasifikasi Lahan

Standard
Untuk penentuan luasan penggunaan lahan (landuse) dan tutupan lahan (landcover) maka dapat dilakukan klasifikasi. Klasifikasi dapat pula digunakan untuk berbagai kegiatan seperti pertanian, kehutanan dan lain-lain. Klasifikasi dipakai pula dalam penentuan potensi lahan.
 
Perbandingan Klasifikasi Lahan

 

Resolusi Spasial Citra Satelit

Standard
         Resolusi Spasial merupakan luas suatu objek di bumi yang diukur dalam satuan Piksel pada Citra Satelit. Apabila suatu objek dilakukan pengambilan gambar yang mempunyai ukuran luas aslinya 30m x 30m ditampilkan pada citra satelit dengan ukuran 1 piksel maka citra satelit tersebut mempunyai resolusi spasial 30m. Dengan kata lain apabila citra mempunyai resolusi spasial 30m, maka 1 piksel pada citra satelit mewakili luasan aslinya berukuran 30m x 30m. Jadi semakin kecil ukuran asli suatu objek tersebut dalam 1 piksel pada citra satelit maka semakin jelas dan detail tampilan objek tersebut Pada citra satelit. Seperti halnya data citra digital worldview2 yang mempunyai resolusi spasial 0,46m yang berarti setiap 1 piksel ukuran objek pada citra worldview2 mewakili 0,46m x 0,46m ukuran nyata objek tersebut, begitu juga dengan citra worldview1 yang mempunyai resolusi spasial 0,5m dan citra quickbird yang mempunyai resolusi spasial 0,6m, tentu sangat jelas dan detail sekali tampilan objek tersebut. Dengan resolusi spasial tinggi yang dimiliki citra digital worldview2, worldview1, dan quickbird sangat membantu kita dalam mengidentifikasi semua objek spasial yang ada di muka bumi.
Perbandingan Resolusi Spasial

To Build The Future Is getting A Map Today

Standard

Pengertian dari Peta

Menurut International Cartographic Association, peta adalah: representasi berhubungan dengan permukaan Bumi, pada medium bidang datar, mempunyai skala, dan abstrak. Peta adalah alat visualisasi yang paling baik di dalam proses implementasi dan pemantauan. Secara singkat kita dapat mengatakan Peta merupakan  Sebuah representasi objek grafis pada permukaan bumi atau fenomena geografis yang didistribusikan.

Jenis – jenis Peta
Peta biasanya digolongkan dalam dua tipe:
peta topografi adalah alat referensi, yang menunjukkan garis-garis besar peta alam yang diwakili oleh kontur. topografi juga dapat berupa penunjukkan terhadap jalan, sungai, kontur dan objek – objek lain (Gambar 1.1).
peta tematik adalah alat referensi untuk mengkomunikasikan konsep geografi seperti distribusi kepadatan penduduk, iklim, pergerakan barang, penggunaan lahan dll (Gambar 1.1)


Sistem koordinat
Sebuah sistem koordinat dapat menentukan unit yang digunakan untuk menemukan objek – objek dalam ruang dua dimensi dan titik asal unit-unit. Lintang dan bujur adalah sistem koordinat (sering disebut “geografis” sistem koordinat).
Sebuah sistem referensi yang digunakan untuk mengukur jarak horisontal dan vertikal pada peta rencana metrik. Sebuah sistem koordinat biasanya ditentukan oleh suatu proyeksi peta, suatu referensi spheroid, datum, satu atau lebih paralel standar, meridian pusat, dan pergeseran mungkin di arah x dan y untuk menemukan posisi titik x ; y, garis, dan area. Sebuah sistem koordinat biasa digunakan untuk mendata data spasial geografis untuk daerah yang sama.


Koordinat Geografis
Sistem koordinat yang pengukuran lokasi di permukaan bumi dinyatakan dalam derajat lintang dan bujur.
Jenis Sistem Koordinat yang menggunakan dalam format :
1. DD (Decimal Degree)
2. DMS (Degree Minute Detik)
DD Sistem Koordinat

Nilai lintang dan bujur dinyatakan dalam format desimal dan bukan dalam derajat, menit, dan detik.Sistem Koordinat DMS
Derajat, Menit dan Detik (DMS): Nilai lintang dan bujur dinyatakan dalam derajat, menit, dan detik.

Datum
Seperti sistem koordinat yang dapat didefinisikan sebagai Sebuah data mendefinisikan referensi permukaan Dalam konstanta numerik atau geometris. Ada banyak jenis datums, Ada dua jenis utama datums:namun secara umum yang di pakai di dalam survey yang dat dijadikan referensi untuk menghitung atau mengkorelasikan hasil survei datum dikelompokkan ke dalam dua kategori yaitu Datum horisontal dan Datum vertikal.

datum Vertikal: datum yang menampilkan permukaan yang menunjukkan ketinggian. Di Amerika Serikat, datum vertikal yang biasa digunakan adalah geodetik datums vertikal nasional tahun 1929.
Datum Horizontal: Datum horizontal, digunakan sebagai referensi untuk posisi, didefinisikan oleh: garis lintang dan bujur dari titik awal, arah garis antara titik pertama dan titik kedua ditentukan secara dua dimensi.

Proyeksi Peta
Sebuah sistem yang dapat menerjemahkan lokasi di dunia ini dalam tampilan permukaan datar peta. Proyeksi adalah komponen fundamental dalam pembuatan peta. Secara matematika proyeksi  berarti mentransfer informasi dari tiga dimensi permukaan bumi menjadi bentuk melengkung ke dalam media kertas dua dimensi atau layar komputer. Masing-masing proyeksi berbeda jenisnya berdasarkan kecocokan masing-masing di pakai di dalam pemetaan untuk keperluan tertentu.

Proyeksi adalah sebuah metode transformasi matematika yang kompleks permukaan bumi yang melengkung yang di tampilkan pada permukaan yang datar. Permukaan bumi adalah melengkung mewakili tiga dimensi tetapi harus ditampilkan pada kertas peta lembar datar dua-dimensi, terdapat distorsi yang tidak bisa dihindari. Distorsi ditemukan pada saat peta hanya menunjukkan daerah kecil, dan terbesar ketika peta mencoba untuk menampilkan seluruh permukaan bumi. Proyeksi sangat penting untuk mengukur permukaan tanah, karena proyeksi peta mempengaruhi database suatu daerah.


Ada beberapa jenis proyeksi peta. Berikut dua contoh tipe:
1. Universal Transverse Mercator (UTM)
2. Geografis

Skala peta
Skala peta adalah perbandingan antara jarak pada peta dan jarak aktual yang sesuai di bumi. Jika peta memiliki skala 1:50.000, kemudian 2cm di peta sama dengan 1 km di permukaan bumi.
Cara Paling Populer untuk mendefinisikan skala peta adalah: “skala kecil” dan “skala besar” peta. Cara termudah untuk mengingat peta skala besar yang menunjukkan detail besar misalnya 1:10.000 dan peta skala kecil menunjukkan detail yang kecil, misalnya 1:250.000.